Sabtu, 25 Februari 2012

Makhluk Sempurna

ketika kita mulai bertanya pada diri kita sendiri, "apa yang harus aku  lakukan" berarti itu membuktikan bahwa diri kita punya perlawanan untuk ketidak mampuan atas apa yang akan kita hadapi, dan ketika kita melakukan pernyataan dalam hati "akhirnya semuanya bisa terlewati" berarti itu apresiasi untuk diri kita yang sudah berusaha untuk bisa berhasi dalam segala hal, berhasil keluar dari keegoisan kita, berhasil dalam mengendalikan emosi kita, berhasil untuk jujur kepada hati kita. Manusia itu makhluk paling sempurna, sempurna dalam menutupi kesalahan dirinya sendiri, sempurna membohongi dirinya sendiri, sempurna memanipulasi keadaan yang seharusnya tidak terjadi, padahal jika kita mau membuka hati untuk itu semua maka manusia akan lebih menjadi mahluk yang sempurna, yaitu sempurna mengisi kehidupan yang hanya diberikan sesaat oleh Allah SWT,,,

REAKSI TERHADAP KATION

A. DASAR TEORI
Dalam analisis kualitatif sistematis, kation-kation diklasifikasikan dalam lima golongan, berdasarkan sifat-sifat kation itu terdapat beberapa reagensia. Reagensia yang umum dipakai diantaranya : asamklorida, Hidrogen sulfide, Amonium sulfide, dan Amonium karbonat. Klasifikasi kation berdasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia, reagensia ini dengan membentuk endapan atau tidak boleh dikatakan bahwa klasifikasi kation yang paling umum didasarkan atas perbedaan kelarutan dariklorida, sulfide, dan karbonat dari kation tersebut. Reagensia yang dipakai untuk klasifikasi kation yang paling umum adalah:
1. HCL
2. H2S
3. (NH4)2S
4. (NH4)2CO3
Klasifikasi ini didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagen-reagen sia ini dengan membentuk endapan atau tidak. Klasifikasi katipon yang paling umum didasarkan atas perbedaan kelarutan dari klorida, sulfat dan karbonat dari kation tersebut
Kelima golongan kation dan ciri-ciri khas golongan-golongan ini adalah sebagai berikut:
GOLONGAN I
Kation golongan I : Timbal(II), Merekurium(I), dan Perak(I)
Pereaksi golongan : Asam klorida encer(2M)
Reaksi golongan : endapan putih timbale klorida (PbCL2), Merkurium(I) klorida (Hg2CL2),
dan perak klorida (AgCL)
Kation golongan I membentuk klorida-klorida yang tak larut, namun timbale klorida sedikit larut dalam air, dan karena itu timbal tak pernah mengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer kepada suatu cuplikan ion timbal yang tersisa itu diendapkan secara kuantitatif dengan H2S dalam suasana asam bersama-sama kation golongan II Nitrat dari kation-kation golongan I sangat mudah larut diantara sulfat-sulfat, timbal praktis tidak larut,
sedang perak sulfat jauh lebih banyak. Kelarutan merkurium(I) sulfat terletak diantara kedua zat diatas. Bromide dan iodide juga tidak larut. Sedangkan pengendapan timbal halide tidak sempurna dan endapan
itu mudah sekali larut dalam air panas.sulfida tidak larut asetat-asetat lebih mudah larut, meskipun perak asetat bisa mengendap dari larutan yangagak pekat. Hidroksida dan karbonat akan diendapkan dengan reagensia yang jumlahnya ekuivalen.tetapi pada reagensia berlebih, ia dapat bergerak dengan bermacam-macam cara dimana ada perbedaan dalam sifat-sifat zat ini terhadap ammonia
GOLONGAN II
Kation golongan II : Merkurium(II), timbal(II), bismuth(III), tembaga(II), cadmium(II), arsenic(III) dan(V), stibium(III), dan timah(II)
Reagensia golongan : hydrogen sulfide(gas atau larutan-air jenuh)
Reaksi golongan : endapan-endapan dengan berbagai warna HgS (hitam), PbS (hitam),
Bi2S3(coklat), AS2S3 (kuning), Sb2S3 (jingga), SnS2 (coklat) dan SnS2 (kuning)
Kation-kation golongan II dibagi menjadi 2 sub golongan, yaitu sub. Golongan tembaga dan sub.
Golongan arsenic. Dasar pembagian ini adalah kelarutan endapan sulfide dalam ammonium polisulfida sub. Golongan tembaga tidak larut dalam reagensia ini. Sulfide dari sub. Golongan arsenic melarut dengan membentuk garam tio
GOLONGAN III
Kation golongan III : Fe2+, Fe3+, Al3+, Cr3+, Cr6+, Ni2+, Cu2+, Mn2+, dan Mn7+, Zn2+
Reagensia golongan : H2S(gas/larutan air jenuh) dengan adanya ammonia dan ammonium klorida atau larutan ammonium sulfide
Reaksi golongan : endapan dengan berbagai warna FeS (hitam), Al(OH)3 (putih), Cr(OH)3 (hijau), NiS (Hitam), CoS (hitam), MnS (merah jambu), dan Zink sulfat (putih). Logam golongan ini tidak diendapkan oleh reagensia golongan untuk golongan I dan II tetapi semua diendapkan dengan adanya ammonium klorida oleh H2S dari larutan yang telah dijadikan basa dengan larutan ammonia. Logam-logam ini diendapkan sebagai sulfide, kecuali Al3+ dan chromium yang diendapkan sebagai hidroksida, karena hidroksida yang sempurna dari sulfide dalam larutan air, besi, aluminium, dan kromium(sering disertai sedikit mangan) juga diendapkan sebagai hidroksida oleh larutan amonia dengan adanya ammonium klorida, sedangkan logam-logam lain dari golongan ini tetap berada dalam larutan dan dapat diendapkan sebagai sulfide oleh H2S. maka golongan ini bisa dibagi menjadi golongan besi(besi, aluminium, mangan dan zink) atau golongan IIIB

GOLONGAN IV
Kation golongan IV : Barium, Stronsium, dan Kalsium
Reagensia golongan : terbentuk endapan putih
Reaksi golongan : terbentuk endapan putih
Reagensia mempunyai sifat:
- tidak berwarna dan memperlihatkan reaksi basa
- terurai oleh asam-asam(terbentuk gas Co2)
- harus dipakai pada suasana netral/ sedikit basa
Kation-kation golongan IV tidak bereaksi dengan reagen HCL-, H2S, ataupun ammonium sulfide, sedang dengan ammonium karbonat(jika ada ammonia atau ion ammonium dalam jumlah yang sedang) akan terbentuk endapan putih(BaCO3, SrCO3, CaCO3)
GOLONGAN V
Kation golongan V : Magnesium, Natrium, Kalium dan Amonium
Reagensia golongan : tidak ada reagen yang umum untuk ketiga golongan V ini
Reaksi golongan : Tidak bereaksi dengan HCL, H2S, (NH4)2S, atau (NH4)2CO3
Reaksi-reaksi khusus dan uji nyala dapat dipakai untuk mengidentifikasi ion-ion dan kation golongan ini. Mg memperlihatkan reaksi-reaksi yang serupa dengan reaksi-reaksi dari golongan keempat. Magnesium karbonat dengan adanya garam ammonium dapat larut. Reaksi magnesium tak akan mengendap bersama kation golongan IV. Reaksi ion ammonium sangat serupa dengan reaksi-reaksi ion kalium, karena jari-jari ion dari kedua ion ini hamper identik
Sumber
Svehla G, Vogel bagian satu, Edisi kelima, PT. Kalman Medika Pusaka, 1990.


Sifat-sifat Asam Basa


Sifat Asam:
      Berasa Masam (ingat’ di lab hanya di uji bukan untuk di cicipi)
      Terasa Sangat Pedih Bila Terkena kulit
      Beraksi dengan logam-jogam tertentu (magnesium, zink, dan besi) menghasilkan gas hidrogen
      Bereaksi dengan batu kapur dan soda kue menghasilkan karbon dioksida
      Bereaksi dengan kertas lakmus dan mengubahnya menjadi merah
Sifat Basa:
      Berasa pahit  (sekali lg ingat di kab hanya di uji bukan untuk di cicipi)
      Terasa licin di kulit
      Bereaksi dengan minyak dan lemak
      Bereaksi dengan kertas lakmus dan mengubahnnya menjadi biru
      Bereaksi dengan asam menghasilkan garam dan air

Asam yang umum kita temukan di rumah

Nama Kimia:
·         Asam hidroklorat
·         Asam asetat
·         Asam sulfat
·         Asam karbonat
·         Asam borat
·         Asam asetilsalisilat

Rumus Molekul:
·         HCl
·         CH3COOH
·         H2SO4
·         H2CO3
·         H3BO3
·         C16H12O

Nama Pasaran atau kegunaan:
      Asam murat
      Cuka
      Larutan asam pada aki
      Air terkarbonasi
      Antiseptik; obat tetes mata
      Aspirin


Basa yang umum kita temukan dirumah
Nama kimia:
·       Amonia
·       Natrium hidroksida
·       Natrium bikarbonat
·       Magnesium hidroksida
·       Kalsium karbonat
·       Alumunium hidroksida
Rumus molekul:
·       NH3
·       NaOH
·       NaHCO3
·       Mg(OH)2
·       CaCO3
·       Al(OH)3
Nama pasaran atau kegunaan:
      Pembersih
      Larutan alkali (lindi) kuat
      Soda kue
      Susu magnesia
      Antasida
      Antasida 

Asam Kuat-Asam lemah, Basa Kuat Basa lemah
Pada sepasang kategori yang berbeda dari asam dan basa-kuat dan lemah. Namun demikian oenting untuk diingat bahwa kekuatan asam-basa tidak sama dengan konsentrasi, kekuatan merujuk pada jumlah ionisasi atau pemecahan yang terjadi pada asam basa khusus. Konsenrasi merujuk pada jumlah asam-basa yang kamu miliki, kamu dapat memiliki larutan asam lemah yang jenuh atau larutan asam kuat yang encer.

Asam kuat
Jika kamu melarutkan gas hidrogen klorida ke dalam air, HCl tersebut akan bereaksi dengan molekul air dan memberikan sebuah proton kepada molekul air tersebut:
                                           
                                            HCl(g) + H2O(c)   Cl-  + H3O+
                                            Ion  H3O+  disebut ion hidronium, reaksi ini terjadi hingga kondisi sempurna, yang berarti bahwa reaktan tetap berubah menjadi produk sampai semua habis digunakan. Pada kasus ini semua HCl terionisasi menjadi H3O+ dan Cl- ; sehingga tidak ada lagi HCl-nya. Asam seperti HCl yang 100% terionisasi didalam air di sebut asam kuat
sebagai catatan disini bahwa air disini bertindak sebagai basa menerima proton dari hidrrogen klorida.

Basa kuat
biasanya kita hanya dapat melihat satu basa kuat saja dan itu adalah ion hidroksida, OH-. Menghitung konsentrasi ion hidroksida sangat mudah misalnya kita memiliki 1,5 M (1,5 mol/L) larutan NaOH  Natrium hidroksida tersebut yang merupakan suatu garam akan terdisosiasi (terpecah) sempurna menjadi ion-ion:
                                           
                                            NaOH    Na+ + OH-
                                                        
jika pada awalnya kita memiliki 1,5 mol/L NaOH, maka kita akan memiliki:
                                                      
                                                       [Na+] = 1,5 dan [OH-] = 1,5


Asam lemah
misalnya kita melarutkan asam asetat (CH3COOH) ke dalam air, asam tersebut akan bereaksi dengan molekul-molekul air, memberikan sebuah proton dan membentuk ion hidronium, dalam hal ini juga terjadi kesetimbangan dimana mita juga masih tetap memiliki sejumkah asam asetat yang tidak terionisasi. (Didalam reaksi sempurna seluruh reaktan digunakan untuk membentuk produk, namun pada sisitem kesetimbangan terjadi dua buah reaksi kimia yang saling bertolak belakang    masing-masing pada sisi arah reaksi       terjadi pada tempat dan waktu yang sama dan dengan laju reaksi yang sama pula)

Basa lemah
Basa lemah juga bereaksi dengan air untuk mencapai sistem kesetimbangan. Amonia adalah sejenis basa lemah. Amonia bereaksi dengan air untuk membentuk ion ammonium dan ionn hidroksida:
                                            NH3(g) + H2O(c)  NH4+ + OH-
Seperti halnya asam lemah, basa lemah hanya terionisasi sebagian. Konstanta kesetimbangan untuk basa lemah adalah Kb. Kita menggunakannya sama persis seperti pada saat kita menggunakan Ka  (lihat “Asam lemah “ untuk lebih jelasnya) kecuali selarang kami mencaro [OH-]nya.
Sumber :
Moore,T. Chemistry For Dummies, Pakar Karya Pustaka, Jakarta, 2003.